Cerita Siti Nurhaliza hamil anak kedua pakai embrio beku yang disimpan lama
Siti Nurhaliza Foto: Instagram Siti Nurhaliza
Kabar bahagia datang dari Diva asal Malaysia Siti Nurhaliza. Lewat akun instagramnya, Siti memberi pengumuman tengah mengandung buah hati kedua di usianya yang kini menginjak 41 tahun.
Sambil membagikan sejumlah foto maternity, Siti Nurhaliza mengabarkan bahwa dirinya kini tengah hamil 4 bulan.
“Alhamdulillah. Hari ini 1 Disember 2020, saya dan suami membuat pengumuman rasmi mengenai kehamilan saya yang sudah pun berusia 4 bulan. Tiada niat untuk berdiam diri selama beberapa bulan ini namun saya dan suami berfikir, apabila tiba waktu yang sesuai, kami tetap akan berkongsi berita ini dengan semua, terutamanya keluarga, saudara mara, sahabat handai, para peminat dan sesiapa sahaja yang mengenali kami,” tulis Siti pada Selasa 1 Desember 2020.
Siti pun meminta doa dari teman-teman dan para netizen untuk kesehatan serta keselamatan bagi sang calon buah hati. “Saya memohon doa kalian supaya saya dan bayi di dalam kandungan diberikan kesihatan, dipermudahkan hari-hari saya ke depan ini sehinggalah saat melahirkan nanti,” ungkap Siti.
“Terima kasih sekali lagi kepada kalian yang sangat memahami dan tidak putus mendoakan saya selama ini. Saya amat bersyukur di atas kurniaan Allah ini, anugerah yang sangat berharga kerana saya diberi peluang untuk hamil selepas Siti Aafiyah berusia dua tahun lebih. Alhamdulillah. Terima kasih semua dan doakan saya ya!” sambungnya.
Hamil dengan proses bayi tabung dan embrio miliknya yang dibekukan
Sejak menikah dengan duda anak 4, Datuk Khalid Mohammad Jiwa tahun 2006 Silam, Siti Nurhaliza memang dikabarkan sulit mendapatkan anak.
Meski sulit, namun jatuh bangun usaha Siti dan Datuk K, panggilan untuk sang suami juga tak pantang surut. Hingga di tahun ke 10 pernikahannya, proses pembuahan di luar rahim atau yang dikenal dengan istilah bayi tabung yang ia upayakan bersama sang suami akhirnya berhasil.
Pada Maret 2018 lalu Siti dan Datuk K mengumumkan kelahiran putri pertama mereka yang telah dinantikan selama 11 tahun.
Dengan proses bayi tabung ini Siti mengatakan dirinya sempat 4 kali gagal menjalani proses bayi tabung, bahkan hingga rela rehat total dari pekerjaannya.
Buah hatinya (anak pertama) Siti Aafiyah Khalid, sudah menginjak usia 2 tahun.
Lewat wawancara langsung yang dilakukan HOPS 2019 silam, Siti mengatakan akan merencanakan kehamilannya yang ke-dua dengan proses yang sama. Siti juga mengaku telah menyimpan embrio miliknya yang sudah dibekukan sejak program hamil anak pertamanya.
“Iya, saya masih punya satu embrio lagi yang dibekukan. Saya rasa tinggal menunggu waktu yang tepat saja, menunggu tubuh dan rahim saya siap dulu,” ujar Siti ditemui di acara peresmian Fertility Center Alpha IVF Kota Damansara Malaysia, tempat Siti menjalankan proses bayi tabung 11 Agustus 2019 silam.
Lebih lanjut kala itu Siti mengatakan kepada dokter yang ia percaya untuk dimasukan kembali embrio bekunya saat telah siap. Rupanya pihak klinik yang membantu Siti untuk hamil juga telah mempersiapkan program untuk anak kedua Siti.
“Saya sudah bilang juga dengan dr Colin Lee kira-kira kapan tubuh saya siap dan tentunya atas izin Allah, kembali dimasukkan embrio. Katanya jika waktunya tepat akan dikabarkan,” katanya.
Upaya Siti 11 tahun untuk dapatkan anak
Perjuangan Siti 11 tahun untuk dapatkan anak memang tidak main-main.
“Saya dan suami memang sudah melalui berbagai macam perawatan kesuburan dari yang modern hingga ala kampung. Bisa dibilang semua saran yang disebutkan orang-orang untuk mendapatkan anak, semua saya coba selama 11 tahun ini, dan Alhamdulillah tidak sekalipun saya putus asa,” ujarnya
Secara modern, Siti pernah mengikuti prosedur Intrauterine Insemination IUI (‘mencuci’ sperma dari mani pria untuk dapatkan sperma terbaik), hingga dengan cara Fertilisasi in vitro atau pembuahan in vitro IVF (bayi tabung, pembuahan di luar rahim).
“Ini kali kelima saya menjalankan IVF. Saya ikuti metode ‘frozen embrio transfer’ yaitu membekukan embrio bersama dengan dr Colin Lee di Alpha IVF. Akhirnya Allah mendengarkan doa saya,” ujarnya saat berjuang dapatkan anak pertama.
Siti juga mengaku saat itu dirinya sudah siap jika tidak bisa mendapatkan momongan.
“Sebagai seorang wanita, saya rasa hidup akan lebih lengkap jika saya bisa melahirkan anak, namun semua kuasa Allah. Saya pernah sempat bilang ke suami, bagaimana jika saya tidak bisa punya anak? Ia menjawab kalau pernikahan kami ini untuk saling menerima pasangan, lengkap dengan segala kekurangan dan kelebihannya masing-masing,” tutupnya

